Puji syukur ketika Tuhan langsung memberikan amanah bagi kami, beberapa minggu setelah kami menikah. Awalnya sempat tidak menyangka akan secepat ini. Namun, sebagai calon ibu harus siap menjaga dan merawat kehamilan sampai waktu melahirkan nanti.
Puji syukur ketika Tuhan langsung memberikan amanah bagi kami, beberapa minggu setelah kami menikah. Awalnya sempat tidak menyangka akan secepat ini. Namun, sebagai calon ibu harus siap menjaga dan merawat kehamilan sampai waktu melahirkan nanti.
0
komentar
Posted in
Label:
Food,
Gizi,
HeaLth,
Tahukah kamu?
1 komentar
Posted in
Label:
Cantik,
Gizi,
HeaLth

Selain gangguan-gangguan yang telah disebutkan pada artikel sebelumnya, masih ada beberapa gangguan lain yang perlu pembaca ketahui. Gangguan yang terjadi sebelum dan selama haid berlangsung memang membuat wanita menjadi tidak nyaman. Padahal, mereka harus tetap beraktivitas seperti sediakala. Berikut ini akan coba kami paparkan sedikit kepada para pembaca.
0
komentar
Posted in
Label:
Cantik,
HeaLth

Wanita yang telah mencapai usia baligh, secara normal akan mendapatkan haid tiap bulannya. Akan tetapi kondisinya belum tentu sama antara wanita satu dengan yang lainnya. Beberapa dari mereka mengalami kondisi yang normal, namun sebagian yang lain memiliki masalah-masalah seputar darah haid yang cukup mengganggu aktivitasnya. Ada baiknya para pembaca (khususnya wanita) mengetahui apa saja masalah-masalah dan gangguan-gangguan seputar darah haid. Sehingga kita bisa memiiliki pengetahuan tentangnya dan berharap bisa mencari solusinya.
0
komentar
Posted in
Label:
Cantik,
Gizi,
HeaLth

Secara umum, setiap wanita yang menginjak dewasa akan menemui ‘tamu bulanan’ yang dinamakan haid atau menstruasi. Kaum hawa tentu harus mengenal seluk beluk tentang apa itu haid, agar ia tahu apa yang harus dilakukan jika ia mengalami haid, juga masalah seputar haid. Terlebih lagi wanita muslimah, ia harus mengenal konsekuensi-konsekuensi hukum Islam jika telah haid, seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, dan lain-lain. Berikut ini kami paparkan sedikit mengenai haid dan permasalahan-permasalahan seputarnya secara umum dari tinjauan medis dan sedikit dari sudut pandang Islam.
1 komentar
Posted in
Label:
Ceritaku,
HeaLth,
IPB Kampus Tercinta
0
komentar
Posted in
Label:
HeaLth
Mata membutuhkan perlindungan dari efek yang merugikan dari lingkungan. Maka dari itu perlu menjaga kesehatan mata kita. Efek kerusakan muncul bila terlalu sering terpapar oleh sinar matahari, angin, debu, dan faktor lainnya. Dalam menjaga kesehatan mata ada 8 langkah penting untuk memastikan perlindungan yang baik untuk mata Anda.
Antara lain tips menjaga kesehatan mata sebagai berikut :
- Selalulah perikasa mata anda secara berkala. Ini bagus untuk mencegah dan mengobati masalah mata yang sudah ada. Jika Anda menggunakan kontak lens pastikan agar benar- benar bersih.
- Makan diet seimbang buah-buahan dan sayuran segar. Makanlah maka yang kaya nutrisi vitamin A, E dan C. Makanlah banyak wortel yang kaya beta karoten dan termasuk ikan yang tinggi omega 3. Coba secangkir brokoli karena ini juga baik untuk mata.
- Merawat kesehatan Anda dan sistem kekebalan tubuh. Hindari terlalu banyak merokok dan minum alkohol yang berlebihan karena hal ini dapat membuat mata Anda terlihat lelah. Merokok mempunyai efek buruk pada peredaran darah di sekitar daerah mata. Jika Anda memiliki diabetes, secara teratur cek-up karena jika diabaikan ini dapat mempengaruhi mata. Cobalah untuk juga menjaga tekanan darah dan kolesterol pada tingkat normal.
- Lindungi mata dengan kacamata hitam atau sekurang-kurangnya 95% terlindung dari UV . Memilih jenis kacamata dengan frame yang bagus untuk memastikan perlindungan penuh. Memakai topi, topi dan menggunakan payung untuk agar mata lebih teduh dan terlindungi dari panas . Gunakan kacamata pelindung ketika dalam berolahraga berat dan ketika bekerja dengan alat dan mesin berat.
- Pastikan untuk selalu memiliki tangan yang bersih sebelum menyentuh mata Anda. Infeksi pada mata dapat dimulai dengan tangan yang tidak bersih. Juga, cobalah menghindari terlalu banyak menggosok mata. Gunakan saputangan yang bersih dan katun untuk membersihkan mata.
- Ingatlah ketika membaca harus memiliki pencahayaan yang baik. Dalam menonton TV, menggunakan layar anti-silau. Melakukan hal yang sama ketika menggunakan komputer atau notebook. Dalam menggunakan computer dapat menyertakan screen pelindung. Luangkan waktu sebentar untuk relaksasi dari pandangan computer.
- Melakukan senam mata sederhana seperti mata berkedip untuk meringankan stres. Berkedip membantu melumasi mata. Cobalah untuk menutup mata Anda selama sekitar 5 menit untuk menjadi rileks dan mengurangi ketegangan mata. Punya waktu untuk istirahat mata sebanyak mungkin akan sangat baik. Melihat sesuatu hijau sangat baik untuk mata.
- Setelah terasa istirahat sudah cukup, mencuci mata dengan air dingin untuk mengurangi ketegangan mata. Gunakan tetes mata jika di perlukan tetapi harus sesuai dengan petunjuk dokter. Yang paling penting untuk diingat adalah bahwa mata Anda pantas mendapat perhatian khusus sehingga Anda dapat benar-benar melihat kehidupan dan menghargai segala sesuatu yang ditawarkan. Semoga tips menjaga kesehatan mata ini bermanfaat.
0
komentar
Posted in
Label:
HeaLth
Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :
- Berlimpah pahala dari Allah
- Kesegaran udara subuh yg bagus untuk kesehatan/ terapi penyakit TB
- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan
"Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan) "(Muttafaq Alaih)
Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda :
Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan
Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
- Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon
- Segeralah berwudhu
- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati
::Ya Allah,bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat sifat mahmudah...: :
Sumber : http://www.fahmiblogs.com/2010/10/tips-sehat-rasulullah.html
0
komentar
Posted in
Label:
HeaLth,
IPB Kampus Tercinta
20 Februari 2011, Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc dalam Lokakarya Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor, Auditorium Sumardi Sastra Kusuma, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Bogor, (20/02). Lokakarya Kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM KM) IPB pada hari Minggu, 20 Februari 2011 di Auditorium Sumardi Sastra Kusuma, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB dihadiri oleh Rektor IPB, Herry Suhardiyanto dalam sesi diskusi bersama mahasiswa peserta lokakarya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan informasi penting kepada seluruh peserta yang hadir pada lokakarya terkait berita penelitian IPB tentang produk susu formula yang mengandung Enterobacter sakazakii. Telah diketahui bersama, berita tersebut kian marak diperbincangkan di berbagai media dengan berbagai sudut pandang.
Rektor menjelaskan, penelitian tentang bakteri E. sakazakii mulai diidentifikasi pada tahun 1958 yang bertujuan untuk mengisolasi bahan pangan akibat kontaminasi bakteri ini. Benar adanya, bahwa bakteri ini biasa ditemukan pada susu karena susu merupakan salah satu bahan pangan yang mengandung protein tinggi, sehingga bakteri dapat dengan mudah berkembang. Penelitian yang dilakukan di IPB oleh dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Dr. Sri Estuningsih dimulai pada tahun 2003 dengan menggunakan 22 sample produk susu formula yang beredar di masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa, 5 sample diantaranya terdapat bakteri E. Sakazakii. Sample kemudian diujicobakan pada mencit (bayi tikus), dengan pemberian dosis tertentu, hasilnya menunjukkan terjadi pengaruh pada jaringan otak mencit. Hasil penelitian ini kemudian dipaparkan pada Seminar Hasil Penelitian IPB tahun 2007 dan diunggah untuk dipublikasikan secara luas melalui website IPB pada tahun 2008. “Sejak saat itulah berita tersebut mulai merebak”, jelas Rektor kepada peserta lokakarya.
Penjelasan berikutnya menerangkan, pada kala itu belum ada peraturan bahwa susu yang mengandung E. sakazakii tidak boleh beredar di masyarakat. Namun, dalam sebuah konferensi internasional dengan panyampaian hasil penelitian Dr. Sri Estuningsih –saat itu mewakili Asia– tentang kandungan bakteri E. sakazakii pada produk pangan, diputuskan pembuatan peraturan bahwa suatu bahan pangan tidak boleh beredar di masyarakat jika mengandung bakteri E. sakazakii. Hal ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia dalam dunia penelitian internasional.
Baru-baru ini, IPB dituntut agar dapat mengumumkan ke-5 produk susu yang mengandung E. sakazakii kepada masyarakat. Tuntutan ini diajukan oleh salah seorang konsumen yang memiliki seorang bayi yang menderita penyakit pencernaan setelah mengkonsumsi salah satu produk susu formula. Tuntutan tersebut diajukan atas dasar jika ke-5 produk susu formula tersebut tidak diumumkan kepada masyarakat, maka akan menimbulkan keresahan.
Tentu saja, IPB yang menjunjung tinggi etika akademik dan etika penelitian tidak dapat menyampaikan informasi tersebut secara gamblang. Selain itu, Rektor menyampaikan pertimbangan jika diumumkan 5 sample produk susu formula akan berimbas kepada produsen susu formula lainnya, yaitu akan ada kesan ketidakadilan di antara produsen susu formula, karena 91 sample lainnya juga belum tentu bebas dari bakteri jenis ini. Namun, hasil penelitian tersebut telah langsung disampaikan kepada produsen susu formula terkait sebagai evaluasi terhadap produknya yang beredar di masyarakat. Hal tersebut terbukti, sesuai dengan pernyataan Rektor bahwa setelah dilakukan surveillance di masyarakat pada tahun 2008, hasilnya adalah 96 produk susu formula telah bebas dari bakteri E. sakazakii. “Seharusnya masyarakat tidak perlu resah terhadap pemberitaan tersebut”, tambah beliau.
Menanggapi berita yang beredar saat ini, sejauh ini IPB masih mengikuti prosedur hukum. Walaupun, hasilnya sering kali sulit untuk memihak IPB. Rektor menyampaikan sedikit tentang sistem hukum di negara ini yang masih belum lengkap dalam mengkaji etika akademik atau etika penelitian. Perihal masalah ini, IPB sama sekali tidak diintimidasi oleh Mendiknas, Menkes, atau pihak lainnya. IPB masih berpendirian untuk tetap menjunjung tinggi etika akademik dan etika penelitian. ITB, Unair, USU, UNAND, dan universitas nasional lainnya turut mendukung IPB untuk tetap tegas terhadap kasus ini.
Ada pun kabar berita yang meng-akronimkan IPB sebagai “Institut Pengecut Bogor” menuai rasa gerah dikalangan mahasiswa. Ada sebuah statement yang disampaikan oleh salah seorang mahasiswa di sebuah jejaring sosial sehari sebelum kegiatan lokakarya berlangsung, “Untuk Bapak-Ibu yang punya bayi trus ngatain IPB pengecut! Lah, piye toh Pak, Bu! Siapa yang pengecut? Yang pengecut tuh Bapak-Ibu yang ngasih bayi-nya susu formula, harusnya kasih ASI lah!”, statement singkat tersebut bukan maksud untuk pembelaan terhadap IPB semata, namun terdapat pesan yang “menyentil” kepada seluruh elemen masyarakat terkait rekomendasi pemberian ASI kepada bayi. Karena pada dasarnya, pemberian susu formula adalah sebuah alternatif yang dilakukan kepada bayi yang lahir prematur, bukan kepada bayi yang terlahir normal. Terlepas dari hal di atas, Rektor berpesan kepada mahasiswa dan seluruh civitas IPB, “Berikanlah komentar yang santun untuk hal-hal menyudutkan IPB, karena kita adalah insan yang menjunjung tinggi etika dan moral”.(bms)
Oleh : Bayu Maulana
MENKOMINFO BEM KM IPB BERSAHABAT
0
komentar
Posted in
Label:
Dunia Anak,
Food,
Gizi,
HeaLth,
Tahukah kamu?
Sebenarnya Bakteri Sakazaki itu apa ?
Sakazaki atau yang lengkapnya Enterobacter Sakazaki merupakan merupakan bakteri gram negatif anaerob fakultatif, berbentuk koliform (kokoid), dan tidak membentuk spora.
Bakteri ini termasuk dalam famili Enterobacteriaceae . Sampai tahun 1980 E. sakazakii dikenal dengan nama Enterobacter cloacae berpigmen kuning.
Enterobacter sakazakii bukan merupakan mikroorganisme normal pada saluran pencernaan hewan dan manusia, sehingga disinyalir bahwa tanah, air, sayuran, tikus dan lalat merupakan sumber infeksi.
Enterobacter sakazakii dapat ditemukan di beberapa lingkungan industri makanan (pabrik susu, coklat, kentang, sereal, dan pasta), lingkungan berair, sedimen tanah yang lembab. Dalam beberapa bahan makanan yang potensi terkontaminasi E. sakazakii antara lain keju, sosis, daging cincang awetan, sayuran, dan susu bubuk.
Bahaya Bakteri Sakazaki Terhadap Kesehatan
E. sakazakii dapat menyebabkan radang selaput otak dan radang usus pada bayi. Kelompok bayi yang memiliki resiko tertinggi terinfeksi E. sakazakii yaitu neonatus (baru lahir hingga umur 28 hari), bayi dengan gangguan sistem tubuh, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), bayi prematur, dan bayi yang lahir dari ibu yang mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV)
Angka kematian akibat infeksi E. sakazakii mencapai 40-80%. Sebanyak 50% pasien yang dilaporkan menderita infeksi E. sakazakii meninggal dalam waktu satu minggu setelah diagnosa. Hingga kini belum ada penentuan dosis infeksi E. sakazakii, namun sebesar 3 cfu/100 gram dapat digunakan sebagai perkiraan awal dosis infeksi.
Cara Menghilangkan Bakteri Sakazakii Pada Susu FormulaLalu bagaimana cara menghilangkan bakteri Sakazakii yang terdapat pada susu formula?
Badan POM menganjurkan agar tehindar dari bakteri, larutkan susu bubuk formula menggunakan air yang dimasak sampai mendidih lalu dibiarkan selama 10-15 menit agar suhunya turun dan menjadi tidak kurang dari 70 derajat celcius.
Siapkan susu yang dapat dihabiskan bayi sesuai takaran. Kemudian, sisa susu yang sudah larut harus dibuang setelah dua jam.
“Pemakaian susu bubuk formula bukanlah suatu produk yang steril dan dapat terkontaminasi kuman yang dapat menyebabkan penyakit,” kata Kepala BPOM Kunstantiah, dalam jumpa persdi Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (10/2/2011).
Pencegahan Bakteri Pada Susu Formula
Selain E. Sakazaki sebenarnya terdapat bakteri lain yang sering mengkontaminasi susu formula antara lain Clostridium botulinu, Citrobacter freundii, Leuconostoc mesenteroides Escherichia coli Salmonella agona, Salmonella anatum, Salmonella bredeney, Salmonella ealing, Salmonella Virchow, Serratia marcescens, Salmonella isangi dan berbagai jenis salmonella lainnya.
Oleh karena itu para ibu harus tahu cara menyajikan susu formula yang baik ke bayinya.
Berikut Tips Memberi Susu Pada Bayi
Proses mensterilkan Peralatan .
1. Cuci tangan dengan sabun sebelum membersihkan dan mensterilkan peralatan minum bayi
2. Cuci semua peralatan (botol, dot, sikat botol dan sikat dot) dengan air bersih yang mengalir.
3. Gunakan sikat botol dan sikat dot untuk membersihkan bagian dalam botol dan dot agar sisa susu yang melekat bisa dibersihkan.
4. Bilas botol dan dot dengan air bersih yang mengalir.
5.Bila menggunakan alat sterilisator buatan pabrik, ikuti petunjuk yang tercantum dalam kemasan.
6.Bila sterilisasi dengan cara direbus :
Botol harus terendam seluruhnya sehngga tidak ada udara di dalam botol;
Panci ditutup dan dibiarkan sampai mendidih selama 5 - 10 menit;
Panci biarkan tertutup, biarkan botol dan dot di dalamnya sampai segera akan digunakan
7. Cuci tangan dengan sabun sebelum mengambil botol dan dot.
8. Bila botol tidak langsung digunakan setelah direbus:
Botol harus disimpan di tempat yang bersih dan tertutup;
Dot dan penutupnya terpasang dengan baik.
Proses Penyajian Susu Formula
1. Bersihkan permukaan meja yang akan digunakan untuk menyiapkan susu formula
2. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, kemudian keringkan
3. Rebus air minum sampai mendidih selama 10 menit dalam ketel atau panci tertutup
4. Setelah mendidih, biarkan air tersebut di dalam panci/ketel tertutup selama 10 - 15 menit agar suhunya turun menjadi di atas 70oC
5. Tuangkan air tersebut (suhunya di atas 70oC) sebanyak yang dapat dihabiskan oleh bayi (jangan berlebihan) ke dalam botol susu yang telah disterilkan
6.Tambahkan bubuk susu sesuai takaran yang dianjurkan pada label dan sesuai kebutuhan bayi
7.Tutup kembali botol susu dan kocok sampai susu larut dengan baik
8. Dinginkan segera dengan merendam bagian bawah botol susu di dalam air bersih dingin, sampai suhunya sesuai untuk diminum (dicoba dengan meneteskan susu pada pergelangan tangan, akan terasa agak hangat, tidak panas)
9. Sisa susu yang telah dilarutkan dibuang setelah 2 jam.
Catatan :
Kalau Anda keluar, bawalah sebotol air rebus sesuai ukuran yang diperlukan dan sebuah tempat berisi susu bubuk sesuai takaran yang diperlukan. Jadi, bila sang bayi memerlukannya, langsung dapat Anda buatkan.
Selewat 1 jam, buanglah isi botol yang tidak dihabiskan.
Menghangatkan susu tidak boleh melebihi dari 10 menit
8 Tips Cegah Bakteri Pada Susu Formula
Untuk menepis kekhawatiran tersebut, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih memberikan 8 tip untuk mencegah kontaminasi bakteri pada susu formula.
1. Lihat tanggal kedaluarsa pada kemasan susu.
2. Pastikan kemasan susu dalam kondisi baik, tidak penyok.
3. Jangan berikan susu formula untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan, kecuali dalam kondisi terpaksa.
4. Perhatikan kebersihan diri orang yang menyiapkan susu formula, misalnya mencuci tangan.
5. Pastikan selalu mencuci dan mensterilkan botol susu.
6. Cairkan susu formula dengan air panas yang sudah mendidih.
7. Berikan susu pada bayi saat masih dalam kondisi hangat. Jika sudah dingin dan lebih dari 2 jam, ganti dengan susu yang baru.
8. Jika kaleng susu sudah dibuka lebih dari 8 hari, sebaiknya ganti dengan susu yang baru.
12
komentar
Posted in
Label:
Food,
Gizi,
HeaLth,
IPB Kampus Tercinta
Sri Estuningsih (Estu) awalnya berburu bakteri dalam susu formula untuk penelitian doktoral saat menempuh pendidikan bidang Mikrobiologi dan Patologi di Justus Liebig Universitat, Gieben, Jerman.
Penelitian yang awalnya mencari penyebab diare pada bayi, dengan fokus pada Salmonella, Shigella dan E. Coli sebagai bakteri penyebab diare, justru menemukan Enterobacter Sakazakii.
Enam tahun setelah penelitian dilaksanakan, Estu justru menghadapi tuntutan hukum. Adalah David Tobing, Pengacara Publik yang berturut-turut memenangkan tuntutan di level Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah 1ee8 Konstitusi (MK).
Isi tuntutan tersebut adalah agar Institut Pertanian Bogor (IPB), Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Bpom) mengumumkan merek susu yang terpapar Enterobacter Sakazakii sesuai penelitian Estu yang dilaksanakan mulai tahun 2003 itu.
Pasalnya, penelitian yang mulai dilakukan pada 2003 itu bukanlah penelitian survaillance, artinya peneliti tidak mendaftar seluruh merek susu yang beredar di pasaran, melainkan semata mencari bakteri yang terdapat pada susu.
Apabila merek susu diungkap, hal itu tentunya tidak adil dan diskriminatif karena sampel tidak mewakili seluruh jenis susu dan makanan bayi yang beredar dipasaran. Padahal E. Sakazaki adalah jenis bakteri yang dapat dijumpai di mana-mana, termasuk dalam usus manusia yang tidak sakit.
———
Penelitian yang awalnya dilakukan di Jerman tersebut sebenarnya menyoroti cemaran Salmonella, Shigella dan E. Coli berkaitan dengan diare pada bayi. Bukannya menemukan ketiga bakteri tersebut, Estu justru menemukan cemaran E. Sakazakii sebanyak 13,5%, atau ditemukan dalam 10 dari 74 sampel. Pada 2004 bakteri itu masih ditemukan dalam 3 sampel dari 46 sampel yang diteliti.
Penelitian yang sama pada 2006 justru menemukan kecenderungan yang lebih tinggi E. Sakazakii ditemukan dalam 22,73% sampel susu formula dan 40% sampel makanan bayi.
Dari hasil karakterisasi bahaya yang dilakukan dalam penelitian pada 2006, ditemukan bahwa E. Sakazakii dapat menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis. Karena dianggap berbahaya, pada 2006 hasil penelitian tersebut dilaporkan ke BPOM.
Penemuan itu menjadi pertimbangan bagi IPB untuk mengajukan ke BPOM agar Indonesia mengikuti aturan Codex Alimentarius Commission untuk membatasi kadar cemaran E. Sakazakii dalam susu formula, makanan bayi, serta barang konsumsi lain.
Selain itu pada saat itu pihak IPB berharap agar BPOM dapat melakukan penelitian yang lebih memadai, misalnya dengan metode survaillance agar dapat menyertakan keseluruhan merek susu formula dan makanan bayi yang beredar di pasaran.
Baru pada 2009 BPOM mengadopsi Codex yang mengatur cemaran E. Sakazaki. Bpom juga melakukan survaillance terhadap seluruh merek susu dan makanan bayi yang beredar di pasaran.
Survaillance terus berlanjut hingga saat ini, tetapi Bpom sudah tidak menemukan satu pun merek susu yang mengandung cemaran E. Sakazaki, paska adopsi Codex itu.
“BPOM adalah lembaga pengawas, kami tidak dapat melakukan pengawasan sebelum ada aturannya. Oleh karena itu Codex harus diadaptasi kemudian kami melakukan pengawasan terhadap susu yang beredar di pasaran mulai 2009, berdasarkan Codex” Jelas Kustantinah, Kepala BPOM.
Berdasarkan fungsi pengawasan itulah BPOM mengumumkan hasil penelitiannya terhadap berbagai susu yang ada di pasaran. Sejak 2009 hingga kini Bpom telah meneliti 117 jenis susu di pasaran Indonesia yang kesemuanya aman dari E. Sakazaki.
Harry Suhardiyanto, Rektor IPB mengatakan untuk mengumumkan jenis susu yang aman dan tidak aman demi memenuhi kepentingan publik merupakan kewenangan Bpom, apalagi Bpom telah melakukan penelitian paling baru dari segi waktu serta mencakup seluruh jenis susu formula dan makanan bayi yang ada.
Apabila IPB terpaksa mengumumkan merek susu dengan cemaran E. Sakazaki berdasar hasil penelitian Estu, hal tersebut akan menyalahi prinsip keadilan dalam penelitian karena sampel yang digunakan belum mencakup seluruh sampel yang beredar di pasaran.
Padahal sampel yang tidak diteliti belum tentu terbebas dari cemaran. Hal ini tentu tidak adil dan mendiskriminasi pihak tertentu karena tidak seluruh sampel yang ada diteliti.
Sementara itu, kewajiban mempublikasikan isi penelitian sudah dilakukan IPB dan Estu melalui berbagai Jurnal Internasional. Hasil penelitian tersebut juga telah dipaparkan dalam pertemuan internasional tentang E. sakazakii yang diselenggarakan oleh WHO dan FAO di Roma, Italia pada 2006.
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengungkapkan pihaknya tidak dapat memaksa IPB untuk mengumumkan merek susu karena IPB adalah lembaga independen yang tidak memiliki kewajiban melaporkan hasil penelitiannya.
Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan Nasional juga menghargai sikap IPB untuk tidak menyebutkan merek susu yang menjadi sampel penelitian karena telah diatur dalam kode etik internasional bahwa merek produk yang menjadi objek penelitian tidak disebutkan.
Selain itu dia juga menyatakan kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik serta otonomi keilmuan pada penyelenggara pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dilindungi oleh hukum sebagaimana tercantum dalam Pasal 24 UU No 20 tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional.
———-
Di Luar persoalan hukum, probabilitas infeksi oleh E. Sakazaki sangatlah kecil, terhitung hanya ada 48 kasus bayi yang terinfeksi selama 42 tahun dalam kurun waktu 1961-2003. E. sakazaki juga hanya berbahaya bagi bayi di bawah usia 28 hari, bayi yang lahir dengan berat badan rendah, prematur, serta bayi dengan human immunodeficiency virus (HIV).
Oleh karena itulah bayi baru lahir hingga usia enam bulan sangat disarankan untuk mengonsumsi ASI eksklusif. Akan tetapi jika harus ditambahkan dengan susu formula penyajiannya harus dipastikan higienis karena pencemaran E. Sakazaki tidak hanya terjadi dari bahan baku maupun pasteurisasi susu, tetapi juga ketika pembukaan kemasan susu hingga susu disiapkan.
E. Sakazaki sebenarnya mudah dilumpuhkan. Bakteri tersebut akan mati dalam 15 detik jika berada pada suhu 70 derajat celcius atau lebih. Penyajian susu pun harus diperhatikan, misalnya susu yang sudah dingin lebih dari dua jam sangat riskan terkena bakteri.
Jika penyajian makanan bayi dilakukan dengan mengikuti peraturan yang ada, maka infeksi bakteri tidak mungkin terjadi. Namun demikian, masyarakat sudah terlanjur resah, kerugian juga bisa jadi akan dialami oleh industri susu nasional, sementara pemerintah tak kunjung memberikan penjelasan memadai.
Pihak pemerintah, dengan BPOM dan kementerian Kesehatan sebagai tergugat, seharusnya mengambil langkah untuk mulai mengedukasi masyarakat, alih-alih bersembunyi dan memojokan pihak tertentu di balik keputusan hukum.
Selain itu, jika dibiarkan berlarut, tuntutan hukum ini dapat memicu keresahan peneliti sehingga mereka enggan berkreasi dan berinovasi menghasilkan penelitian. Jika sudah begitu maka masyarakat juga yang dirugikan akibat kemandegan ilmu pengetahuan serta kesehatan di IndonesiaOleh : Rika Novayanti
Sumber : http://bisnis-jabar.com/berita/kasus-susu-bakteri-ipb-tidak-lempar-batu-sembunyi-tangan.html
1 komentar
Posted in
Label:
Food,
HeaLth
Snack atau camilan menjadi bagian penting dalam pola makan seseorang. Snack dapat membantu memenuhi kebutuhan kalori, selain yang diperoleh dari makanan utama. Biasanya snack dikonsumsi di antara dua waktu makan. Snack yang dipilih secara cerdas tidak akan menggemukan badan, bahkan justru bermanfaat karena dapat mengusir rasa lapar. Kita tidak berkonsentrasi dalam bekerja atau belajar jika perut terlalu kosong. Rasa lapar yang dibiarkan (tanpa mengkonsumsi snack) akan mendorong orang untuk makan berlebihan. Hal itu membuat kita akan terbiasa makan banyak yang berdampak pada kemungkinan munculnya kegemukan.
Di sekitar kita ada beragam snack yang menggugah selera dan memiliki rasa yang enak sehingga makan snack menjadi mengasyikkan. Hanya saja, jangan keterusan dalam mengkonsumsi snack. Dalam kaidah gizi, berlaku pepatah “moderate is the best”. Artinya segala sesuatu sebaiknya dimakan dalam jumlah yang sedang-sedang saja, jangan berlebihan dan jangan pula kurang.
Dalam batasan sempit, terkadang snack hanya diartikan sebagai cookies, crackers, chips, dan nuts (kacang-kacangan). Sebenarnya apapun yang dikonsumsi di antara dua waktu makan dapat dianggap sebagai snack. Oleh sebab itu, makan buah, keju, yoghurt, sebenarnya bagian dari snacking.
Jika makanan utama seseorang didominasi oleh lauk-pauk (protein), dan nasi (karbohidrat), snack berupa buah-buahan sangatlah dianjurkan. Buah akan melengkapi kebutuhan akan vitamin dan mineral. Buah juga dapat menangkal rasa lapar karena kaya akan serat yang mengenyangkan.
Memahami asupan kalori merupakan hal yang sangat penting. Di Negara maju, seperti AS, masyarakat sudah sangat sadar akan bahaya asupan kalori yang berlebihan. Mereka akan selalu memerhatikan kandungan kalori dalam setiap snack atau makanan kemasan yang dibeli di supermarket.
Bagi orang-orang yang ingin berat badannya tidak naik, snack dengan kandungan 100-200 kilo kalori dapat menjadi pilihan. Sebaliknya jika ingin menambah berat badan, seseorang perlu 200-400 kilo kalori.
Dalam hal kandungan kalori, porsi snack harus lebih rendah daripada makanan utama. Anda tidak boleh merasa kekenyangan mengkonsumsi snack karena snack hanya dimaksudkan agar anda tidak terlalu kelaparan. Snack yang mengandung 500 kilo kalori berarti sudah setara dengan sekali makan utama.
Sebaiknya, snack dikonsumsi saat perut agak merasa lapar. Jangan konsumsi snack dengan alasan jenuh, stress, atau frustasi. Kondisi psikologis yang kurang normal akan menyebabkan anda mengkonsumsi snack tanpa kendali. Hal itu tentu saja bukan pola makan yang sehat.
Aktivitas ganda seperti nonton tv sambil makan snack atau belajar sambil ngemil, akan menyebabkan anda tidak mengetahui batasan asupan snack yang anda makan. Anda akan terus ngemil dan baru berhenti ketika makanan tersebut habis. Oleh sebab itu, hindari aktivitas ganda seperti itu.
Sebagian orang memiliki kebiasaan menambah saat makan. Sebenarnya jika sebelum makan anda sudah mengkonsumsi snack, keinginan untuk menambah saat makan seharusnya dapat dihentikan. Snack yang kita konsumsi sebelum makan mungkin mengandung kalori yang lebih sedikit dibandingkan dengan kalori dalam tambahan sepiring makan utama. Hal itu berarti snack dapat memangkas asupan kalori dan snack membuat kita tidak terlalu kelaparan.
Saat ini kita semakin dimanjakan dengan tumbuhnya industry snack sehingga kita dapat memilih produk snack yang diinginkan. Umumnya snack yang terbuat dari serealia (whole grains) kaya serat dan karbohidrat kompleks. Memilih snack, yang dalam kemasannya tertera kata-kata “low fat” atau “whole grain” adalah cara cerdas mendapatkan snack yang sehat.
Saat ini serat mendapatkan perhatian penting di kalangan ahli gizi karena fungsinya yang sangat luar biasa bagi kesehatan. Diketahui bahwa serat dapat menjadi pengendali kolesterol dan pencegah kanker. Oleh sebab itu, serat mendapat julukan “the forgotten nutrient” (gizi yang terlupakan). Sebenarnya serat tidak dapat dicerna tubuh, tetapi serat tetap bermanfaat untuk membuat kita tetap sehat.
Snacking dengan mengkonsumsi buah, seperti apel, sangat baik untuk mencegah lapar, sekaligus meningkatkan asupan serat tubuh. Di dalam kulit apel, terkandung serat yang sangat baik untuk tubuh kita yaitu pektin.
Snack yang dapat menjadi sumber protein adalah kacang-kacangan. Umumnya orang Indonesia sudah sangat mengenal produk olahan kacang-kacangan. Sejak dahulu, kita sudah terbiasa makan kacang rebus maupun kacang goreng. Di supermarket, tersedia berbagai jenis kacang, seperti kacang kulit, kacang mete, kacang tanah, kacang kedelai, kacang bogor, dan lain-lain. Aneka rasa snack kacang juga dengan mudah dijumpai di berbagai toko.
Selain sumber protein, kacang-kacangan juga merupakan sumber lemak (monounsaturated fatty acid). Lemak tak jenuh tunggal yang terdapat dalam kacang-kacangan adalah lemak sehat. Bahkan, sebagian ahli menyatakan asupan lemak tak jenuh tunggal sangat baik bagi kesehatan jantung. Kandungan protein dan lemak dalam kacang-kacangan juga membuat kita lebih tahan lapar karena kedua jenis zat gizi ini dicerna lebih lama daripada karbohidrat. Hanya saja, kandungan lemak dalam kacang-kacangan juga berarti kalori yang tinggi. Oleh karena itu, konsumsi kacang-kacangan secara moderat (tidak berlebihan) sangat dianjurkan.
Produk olah susu, seperti keju, yoghurt, atau es krim, kaya akan kalsium. Produk-produk itu juga menjadi snack bergizi yang sangat dianjurkan. Oleh sebab itu, asupan snack dari olahan susu dapat menjadi pilihan karena budaya mengkonsumsi susu di Negara kita masih sangat rendah. Es krim mungkin perlu sedikit dicermati karena kandungan kalorinya tiga kali lipat lebih tinggi daripada susu. Jadi, hendaknya frekuensi snacking dengan mengkonsumsi es krim perlu diperhatikan.
Yoghurt mempunyai komposisi gizi yang mirip dengan susu, baik dari segi kandungan protein maupun kalori. Kelebihan yoghurt adalah bakteri probiotik di dalamnya dapat memperbaiki komposisi flora usus. Hal itu akan membuat kita terhindar dari berbagai penyakit akibat gangguan pencernaan. Namun, sebagian dari kita mungkin belum begitu terbiasa dengan cita rasa yoghurt yang agak asam.
Saat ini di pasaran mungkin sudah tersedia light yoghurt atau light es krim. Istilah light adalah untuk menandakan bahwa yoghurt atau es krim tersebut mengandung kalori yang rendah.

Minuman jus sering dianggap sehat karena terbuat dari buah-buahan. Jus yang dibuat di rumah (tanpa membuang ampasnya) lebih banyak mengandung serat daripada kandungan serat jus kemasan. Perhatikan kandungan kalori dalam jus kemasan yang ditambah gula agar anda mengetahui berapa banyak kalori yang telah masuk ke dalam tubuh.
Snack yang banyak mengandung karbohidrat sederhana (gula) tentu akan lebih cepat meningkatkan berat badan dibandingkan dengan yang banyak mengandung karbohidrat kompleks. Akan tetapi, sekali lagi, hal itu juga tergantung pada kuantitas yang anda konsumsi.
Perhatikanlah selalu komposisi gizi yang tercantum dalam label kemasan ketika anda memilih snack. Hal-hal yang perlu diperhatikan, terutama adalah kandungan kalori dan protein. Jika anda memang sedang menghindari gula, lebih baik anda memilih produk yang berlabelkan sugar free. Dengan demikian, kebutuhan gizi dan kesehatan anda tetap terjaga. Snack adalah bagian penting dari upaya memenuhi kebutuhan gizi. Dengan memilih snack secara bijak, kita akan tetap sehat dan berat badan akan tetap ideal.
Oleh : Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS
[adilazhabrina.blogspot.com]




