twitter


Apa itu Pre-Menstrual Syndrome (PMS)?
PMS adalah suatu kondisi medis yang dijumpai pada 3 dari 4 wanita. PMS timbul satu sampai dua minggu sebelum periode menstruasi mereka. Penyebabnya tak diketahui, namun PMS diduga disebabkan oleh perubahan hormon yang dialami wanita setiap bulannya.
Bagaimana gejalanya?
Gejala-gejala yang timbul berbeda untuk setiap individu. Gejala yang ada dapat mencakup: keluarnya jerawat, lekas marah, rasa kembung, kurangnya minat pada seks, emosi yang berubah-ubah, sembelit, tangan dan kaki bengkak, kelelahan, berat badan bertambah, sulit berkonsentrasi, depresi, diare, sakit kepala, nyeri payudara dan nyeri otot.
Bagaimana cara mengatasinya?
  • Tak ada satu cara yang cocok untuk semua orang.
  • Obat-obatan seperti ibuprofen, aspirin, naproxen dapat mengurangi kram, sakit kepala, pegal pegal dan ketidak nyamanan pada payudara.
  • Perubahan gaya hidup. Gaya hidup sehat merupakan langkah pertama untuk mengatasi PMS, yang terdiri dari olah raga teratur dan diet yang baik. Pada kebanyakan wanita dengan PMS ringan, cara ini cukup effektip untuk mengontrol gejalanya.
  • Diet. Pedoman umum untuk setiap diet sehat disarankan, termasuk makan banyak biji-bijian dan buah-buahan dan sayuran segar dan menghindari lemak jenuh dan “junk food”. Mengatur pola makan 14 hari sebelum haid dapat membantu sejumlah wanita dengan PMS.
  • Snack. Sering makan makanan kecil dari karbohidrat kompleks yang lebih baik daripada karbohidrat sederhana yang ditemukan dalam gula. Peningkatan asupan karbohidrat membantu perbaikan sindrom PSM. Karbohidrat meningkatkan kadar triptofan, suatu asam amino yang berubah menjadi serotonin, suatu senyawa kimia otak yang penting terkait dengan rasa nyaman.
  • Asam lemak. Beberapa penelitian melaporkan nyeri haid berkurang dengan asupan asam lemak omega-3 yang lebih tinggi (senyawa lemak yang ditemukan dalam ikan berminyak, seperti salmon dan tuna). Nampaknya ia juga mengurangi perdarahan berat pada remaja perempuan.
  • Garam. Pembatasan garam nampaknya dapat mengurangi kembung.
  • Kurangi kafein, gula, dan alcohol.
  • Kalsium. Bukti sekarang mendukung penggunaan kalsium untuk mengurangi gejala PMS. Makanan kaya Kalsium termasuk produk susu, sayuran hijau tua, kacang, biji-bijian, kacang-kacangan, dan ikan salmon kaleng dan sardin (termasuk tulangnya).
  • Suplemen. Tidak ada bukti kuat bahwa suplemen dapat mengurangi kram menstruasi. Bila hendak menggunakan suplemen dosis tinggi, bicarakan dulu dengan dokter anda.
  • Olah raga. Bukti menunjukkan bahwa olahraga, khususnya olahraga aerobik, meningkatkan opioid alami di otak yang disebut endorfin dan meningkatkan suasana hati. Latihan juga sangat penting dalam mempertahankan kesehatan fisik yang baik. Bahkan hanya berjalan-jalan selama 30 menit setiap hari bermanfaat. Meskipun tidak latihan aerobik, yoga mengurangi ketegangan otot, mengatur pernapasan, dan mengurangi stres. Praktek ini juga dapat membantu bagi perempuan menderita PMS.
  • Perbaiki tidur anda. Banyak wanita dengan PMS menderita masalah tidur, terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur; usahakan kebiasaan tidur yang lebih baik dapat membantu meringankan gejala PMS.
  • Pil Keluarga berencana Pil KB dikatakan dapat mengurangi gejala PMS, ini berita baik bagi perempuan yang perlu ber-KB.
Bagaimana air dapat mengurangi gejala PMS?
  • Diuretik juga membantu mengatasi kenaikan berat badan yang berhubungan dengan gejala retensi air. Mereka dapat meringankan kembung juga. Namun diuretik juga menyebabkan dehidrasi dan keluarnya sejumlah mineral penting yang dibutuhkan. Bila menggunakan diuretik, akan menguntungkan bila minum banyak cairan, hal ini sepertinya berlawanan, namun gejala dehydrasi yang timbul mirip dengan gejala PMS. Mungkin sebaiknya diuretik dihindari saja dan gunakan cara-cara penanggulangan yang lain.
  • Minum air 8-10 gelas perhari akan mengurangi terjadinya retensi air!Air juga dapat digantikan dengan cairan lain yang mengandung energi seperti juice. Air jadi lebih penting lagi bila timbul diarhea merupakan salah satu gejala PMS, sehingga cairan yang keluar dapat digantikan. Setiap kali diarhrea minumlah setidaknya satu gelas air tambahan. Secara umum, minum banyak cairan (air atau jus, bukan minuman ringan atau kafein) dapat membantu mengurangi kembung, retensi cairan dan gejala lainnya.

0 komentar:

Post a Comment

Komentar ya ^_^